Jumat, 08 Oktober 2010

Puisi-Puisi

RY”

Dimana Dirimu Ry…
Kutanyakan kabarmu…
Lewat angin malam,
Lewat hujan, bahkan lewat panasnya matahari,
Ry…. Di mana dirimu…
Ku coba tawarkan dahagamu, dengan hadirku
Ku coba tawarkan cintaku untuk mu
Ku coba tawarkan sayangku untukmu
Di mana dirimu Ry…
Aku tau itu Ry…
Di mana dirimu Ry…
Ku tanyakan kepada hatiku yang ada
Hatimu ada di hatiku Ry…
Hatimu ada di jiwaku Ry..
Masih ada Ry…
Hanya ragamu yang jauh..
Hanya ragamu yang pergi..
Tapi jawaban tanyaku.. hanya aku yang tahu
Di mana dirimu Ry…, itu tanyaku selalu..
Ada di hatiku dan pasti
Ada di hatiku

Joy Amarta 18/12-09

KEHILANGAN”
Benar.. Ry..
Benar aku kehilanganmu..
Benar ku kehilangan jejakmu,
Benar ku kehilangan ragamu..
Itu semua benar Ry…
Karena memang kau sengaja menghilang dari mataku
Ry..
Di jalan ini, di sepanjang gang, masuk lagi gang..
Masih terniang jelas suaramu Ry..
Seakan itu ada selalu Ry..
Jelas.. bahkan tak ada lagi suara bagiku Ry..
Selain suara mu..
Hujan pun dengar Ry..
Hujan pun sama Ry.. mendengarkan suaramu suaramu.
Hujan deras pun ku terjang, dengan di temani suaramu..
Basah kuyup Ry..
Dingin bahkan badanku menggigil kedinginan
Kau pun masih temani Ry… dengan suaramu Ry..
Rute yang selalu di temani mu Ry..
Suaramu masih ada Ry
Jelas tak pernahpun berubah
Hanya karena kau pergi dariku Ry
Benar Ry..
Benar ku kehilanganmu
Benar ku kehilangan semua kisah ku itu
Benar Ry
Aku tak sanggup kini..
Ku tuangkan tuk syairku ku Ry
Ku gores pena ini untukmu Ry
Karena ku tahu pasti Ry
Kamu lebih tahu siapa aku
Karena ku tahu pasti Ry
Kamu pun kehilangan aku.
Joy amarta s 18/12-09



ASAKU KAN BILANG “AKU SAYANG KAMU”

Bilakah masih ada lagi asaku
Aku ingin bertemu dan ungkapkan kata
aku syang kamu”
Kau pergi, seolah kau ingin lari
Kau bahkan tak peduli ada aku yang menangis
Di pinggir tepian taman kota saat kita ada
Kau bilang…..
“kita lawan takdir”
Bila memang kita tak berjodoh
Karena cinta kita tlah indah adanya
Kau kuat,
Kau bahkan tatahu aku yang meragu
Kau bahkan rela hingga kau tak bernafas
Kau bahkan bias terbangkan sayapmu untuk kesini
Untuk mencoba melawan takdir itu
Itu saat kau tak lari dariku
Kini ?
Kunanti semua itu
Ku nanti di pinggiran tepian taman kota itu
Ku nanti kuatmu melawan takdir itu
Karena ku kan sempatkan kata “aku sayang kamu”
Bilakah masih ada lagi asaku untuk bertemu dirimu lagi?
Tegal 1 maret 2010
Joy amarta s



MAWAR MU Kenapa tak kau gengam tanganya Kenapa tak kau peluk erat tubuhnya Kenapa tak kau bilang “jangan pergi” Kau hanya diamkan? Kau hanya membiarkan dia berlalu Kau hanya melihat dia meneteskan air mata Karena kau sama sekali tak peduli dia Kenapa kau kasih dia bunga? Kenapa kau kasih dia keindahan? Kenapa kau kasih dia senyuman? Kenapa kau kasih dia tawa dan candamu Kenapa kau kasih dia Tapi kenapa pula kau biarkan dia berlalu Karena kau sama sekali tak peduli pada dia Sejalan waktu kau pun menyesal Atas cinta kau yang kandas lagi Kau hanya mampu goreskan kata “ Ah… kenapa selalu begini “ Kau bahkan tak tahu… Entah kapan bunga mawar itu kan kau berikan lagi pada nya Karena kau tak lari untuk mengejarnya
Tegal 1 maret 2010 Joy amarta s

1 komentar: