Potret Alam Fajar
Berebut tempat untuk jualan
Embun pun mengalirkan sejuknya pagi
Kicauan burungpun terdengar merdu
Seolah menyapa kebiasaan fajar
Tak ada murung di gurat wajah mereka
Beraut ceria harapkan asa
Untuk kehidupan hari ini, esok dan lusa
Tangan – tangan terampil mereka
Kicauan mulut mereka tawarkan apa yang dijajakan...
Riuh, ramai suara mereka
Mengusik fajar yang masih tersembunyi...
Karena siapa cepat dia dapat...
Potret alam kehidupan dari dulu dan sekarang
Fenomena berebut tempat sudah biasa
Cerca makimulut pun sudah biasa
Kembalinantipun mereka tertawa bersama
Tak ada dendam tak ada luka
Mereka percaya Tuhanlah yang mengatur alam ini
Tuhanlah yang mengatur rizki ini
Merekalah pejuang hidup pingggir jalan
Bertahan dengan gegasnya fajar
Dipinggir jalan sambaut sang surya
Berakhir mereka bergegas pulang
Tempat ini bukan untuk dia lagi
Bergulir hari demi hari
Menyongsong fajar tanpa lelah
Selalu berharap dialah yang pertama
Hadir ditempat kaisan rizki
Tawarkan apa yang mesti ditawarkan
Walau mata seadikit terkatup ngantuk
Potret alam....ajarkan dunia
Sambut pagi dengan semangat
Karena tangan Tuhan sudah terbuka untuk kita semua.
Membuka lebar buat sang pencinta fajar
Yang selalu bergegas tinggalkan mimpi panjang di ranjang
Dengan harapan hanya Tuhan yang tahu
Sambut pagi dengan kesegaran
Tanpa kenal putus asa
Tanpa kenal kata lelah
Untuk songsong sang fajar
Joy Amarta 30 /12 / 09
Tidak ada komentar:
Posting Komentar