Tuhan, terima kasih . . .
Atas Kehadiran dia untukku . . .
Ada rindu Tuhan . . .
Ada cinta Tuhan . . .
Ada sayang Tuhan . . .
Ada cemburu Tuhan . . .
Betapa indahnya cinta ini untuk ku Tuhan . . .
Apa masih ku punya harapan Tuhan . . .
Harapan untuk mencintainya, dan dicintai . . .
Ku ingin hidup lama lagi Tuhan . . .
Bila memang cinta ini untuk ku . . .
Meraih . . . mimpi di atas cinta . . .
Memegang tangan dan ada aliran darah hangat . . .
Menepis segala kesedihan yang selama ini ada . . .
Menggapai apa – yang jadi impian cinta . . .
Bergumul dengan kenikmatan dan kemesraan
Bercumbu di bawah remang – remang lampu kamar.
Berdesah di antara deruhnya nafas terengah . . .
Bergelayat manja di sisi cinta dengan kemesraan . . .
Berkelumat dengan bibir bergetar cinta . . .
Di bawah selimut satu nafas . . .
Tuhan . . . Benarkah ini keajaiban cinta untukku?
Benarkah Tuhan mengirim dia untukku . . .
Ku ingin rawat dia Tuhan
Dengan cinta dan kesetiaan . . .
Ku ingin balut dia Tuhan
Dengan kasih sayangku . . .
Ku inging Tuhan jadi saksi cintaku . . .
Tanpa ada hujan, dan panas . . .
Ku ingin labuhkan perahu cintaku untuknya,
Jika memang ini keajaiban cinta ku . . . Tuhan . . .
Takkan ku biarkan dia menangis,
Takkan ku biarkan dia kesepian,
Takkan ku biarkan dia kedinginan dimalam hari
Karena cintaku kan slalu ada Tuhan . . .
Jika memang ini keajaiban cintaku . . . Tuhan . . .
Apakah masih boleh ku mimpi lagi Tuhan ?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar