Jumat, 08 Oktober 2010

BIAR-BIAR

Biar Semua Berlalu (BSB)

Biar-biar semua pergi
Biar-biar semua berlalu
Tak kan mungkin bisa kembali
Rasa cinta dalam hati ini

Usah kau harap lagi
Kembali padaku
Karena tak ada yang harus diperbaiki
Pergilah saja
Tinggalkan aku
Lupakan saja
Kisah tentang kita
Usah kau sedih
Dan usah kautangisi
Karena cintaku bukan untukmu..

Pergilah saja
Tinggalkan aku
Lupakan saja
Kisah tentang kita
Usah kau sedih
Dan usah kau tangisi
Karena cintaku bukan untukmu
Usah kau harap lagi
Kembali padaku..

Bila Nanti

Kadang ada asa dalam hatiku
Menanti sebuah keajaiban dalam diriku
Sebuah kata yang terucap dalam bibirmu
Bila nanti kau mengucap “ Maukah Kau Jadi Milikku”

Bila nanti
Keajaiban cinta itu datang dalam diriku
Keindahan yang tak bisa ku ucap dengan kata
Yang hanya raga saja yang kan merasakan
Sebuah getaran cinta yang dahsyat...
Hangat mengalir ke jiwa.

Bila nanti
Angan dan mimpi
Menyatu dalam nyata
Menggenggam hati
Mengurai hari
Bersama meniti sepanjang waktu..
Tanpa lelah...bersamamu

Bila nanti
Sosok mu hadir disisi
Membuka tabir mimpi dan asaku
Yang slama ini ku nanti.

2 Maret 2010
Joy Amarta

Kamis, 07 Oktober 2010

BIARLAH SEMUA BERLALU

Biar-biar semua pergi
Biar-biar semua berlalu
Tak kan mungkin bisa kembali
Rasa cinta dalam hati ini

Usah kau harap lagi
Kembali padaku
Karena tak ada yang harus diperbaiki
Pergilah saja
Tinggalkan aku
Lupakan saja
Kisah tentang kita
Usah kau sedih
Dan usah kautangisi
Karena cintaku bukan untukmu..

Pergilah saja
Tinggalkan aku
Lupakan saja
Kisah tentang kita
Usah kau sedih
Dan usah kau tangisi
Karena cintaku bukan untukmu
Usah kau harap lagi
Kembali padaku..

LUKA

Sakit...
Sakit sekali hati ini
Menyayat di dalamnya
Seperti tersobek dan tertusuk duri

Kau...
Diam dan bahkan tertawa
Melihat luka bahkan tertawa
Melihat luka aku yang semakin dalam
Kau...
Kau hanya berkata “Sudahlah”

Aku benci kau karena itu!
Aku benci harus ada yang luka karena itu.
Luka ini mungkin kan terobati
Jika detik ini kau Mati!

Joy Amarta 18 Okt 09

Potret Alam Fajar

Potret Alam Fajar

Bergegas songsong fajar
Berebut tempat untuk jualan
Embun pun mengalirkan sejuknya pagi
Kicauan burungpun terdengar merdu
Seolah menyapa kebiasaan fajar
Tak ada murung di gurat wajah mereka
Beraut ceria harapkan asa
Untuk kehidupan hari ini, esok dan lusa
Tangan – tangan terampil mereka
Kicauan mulut mereka tawarkan apa yang dijajakan...

Riuh, ramai suara mereka
Mengusik fajar yang masih tersembunyi...
Karena siapa cepat dia dapat...
Potret alam kehidupan dari dulu dan sekarang
Fenomena berebut tempat sudah biasa
Cerca makimulut pun sudah biasa
Kembalinantipun mereka tertawa bersama
Tak ada dendam tak ada luka
Mereka percaya Tuhanlah yang mengatur alam ini
Tuhanlah yang mengatur rizki ini
Merekalah pejuang hidup pingggir jalan
Bertahan dengan gegasnya fajar
Dipinggir jalan sambaut sang surya
Berakhir mereka bergegas pulang
Tempat ini bukan untuk dia lagi
Bergulir hari demi hari
Menyongsong fajar tanpa lelah
Selalu berharap dialah yang pertama
Hadir ditempat kaisan rizki
Tawarkan apa yang mesti ditawarkan
Walau mata seadikit terkatup ngantuk
Potret alam....ajarkan dunia
Sambut pagi dengan semangat
Karena tangan Tuhan sudah terbuka untuk kita semua.
Membuka lebar buat sang pencinta fajar
Yang selalu bergegas tinggalkan mimpi panjang di ranjang
Dengan harapan hanya Tuhan yang tahu
Sambut pagi dengan kesegaran
Tanpa kenal putus asa
Tanpa kenal kata lelah
Untuk songsong sang fajar

Joy Amarta 30 /12 / 09

Bidadariku...

Jemari ini ingin menggenggammu
Meremas dengan lembut tanganmu
Halus, dan pelan..
Hingga kaupun tenang...
Dan tak kan terlupakan aku......

Ingin ku belai wajahmu....
Dengan kelembutan jariku...
Halus... dan pelan
Hingga kau pun tenang...
Tertidur dalam buaian malam...
Yang dingin menusuk kulit...
Bidadari mungilku...

Ingin ku timang dirimu...
Ku bawa ayunan bahagia...
Meniti masa depan bersamaku..
Menyongsong sang surya pagi..
Dengan penuh keceriaan tawamu...
Yang tak kan pernah ku lupa...
Senyuman sang bidadari mungilku...

Joy Amarta 2 Maret 2010

PERGI DARIMU

Apa yang kamu mau

kau tak pauya rasa cinta

kau tak punya rasa rindu

kau tak punya rasa sayang

kau tak punya rasa cemburu

Apa yang kamu mau

kau hanya memoles wajah ayumu

kau hanya memoles senyum manismu

kau hanya memoles tawa kecilmu

untuk menghibur aku

Apa yang kamu mau

aku cukup terluka olehmu

karena kamu pandai bermain cinta

kau tabur pesona dengan senyum kumbang

kau tabur janji mnismu

aku cukup terluka olehmu

karena kau tak pernah berikan hatimu

krena ku tak pernah berikan cintamu

padaku.......

Apa yang kamu mau

membuatku terluka lagi

untuk kesekian kali

apa yang kamu mau

kini ku mohon pamit darimu

1 Maret 2010

Joy Amarta

ANDAI

Andai kau tahu aku

menangis disini karenamu

menitikan segala kegundahan diriku

apakah kau kan peluk aku

Andai kau tahu aku

memujamu begitu dalam

sehingga benci aku rasakan kau sayangku

andai kau tahu

saat ini ku ingin mati lekas darimu

menghindar hiduppun

selalu ada kamu

hingga aku tak sanggup sembunyi

mungkin saat ku mati baru ku rasa

kalau aku takkan lagi berharap andai

karena dirimu tak ada untukku.